INDRAMAYU - Pengembangan Ekowisata Mangrove Karangsong mendapatkan dorongan signifikan melalui kegiatan seminar pengabdian masyarakat yang diadakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan dosen dari Universitas Wiralodra (UNWIR) Indramayu. Acara yang berlangsung atraktif ini menjadi wadah diskusi penting mengenai tantangan dan potensi pengembangan ekowisata Karangsong, serta diakhiri dengan penyerahan bantuan fasilitas pendukung.
​Diskusi Hangat dan Kritik Membangun dari Peserta
​Seminar yang dihadiri oleh Kepala Desa, Ketua Pantai Lestari, Bendahara, dan Sekretaris kelompok ini berjalan sangat dinamis. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan melontarkan berbagai pertanyaan dan sanggahan yang menyentuh akar permasalahan ekowisata Karangsong. Isu utama yang mengemuka adalah minimnya perhatian dari pemerintah pusat, buruknya kondisi fasilitas, serta tuntutan untuk meningkatkan pemasaran dan promosi melalui media sosial. Mahasiswa KKN juga menyebarkan sejumlah kuesioner/pertanyaan untuk mengumpulkan data dan masukan yang lebih komprehensif dari para pengelola.
​Keluhan Pengelola dan Upaya Mandiri
​Bapak Carita, selaku Sekretaris Kelompok, dan Bapak Ekatarika, Ketua Bidang Penghijauan, menyampaikan keluhan mereka dengan nada tegas. "Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk Ekowisata Mangrove Karangsong, dari mulai fasilitas hingga infrastruktur yang ada di wisata tersebut itu adalah dana pribadi kami, bukan dari pusat. Bukan dana CSR, kami sudah putus dari CSR. Kami sudah berusaha untuk mencari dana tapi tidak samasekali digubris," ujar Bapak Ekatarika.
​Bapak Carita bahkan menegaskan rencana swakelola jika perhatian pusat tak kunjung datang. "Jika pusat sama sekali tidak memberikan perhatian lebih pada ekowisata mangrove di Karangsong, lebih baik ekowisata ini kami kelola sendiri dengan Karang Taruna yang ada di desa, agar pantai dan ekowisata berkembang, maju, dan memberikan dampak lebih bagi ekonomi warga sekitar," tantangnya.
​Komitmen Dosen Pembina untuk Advokasi
​Menanggapi keluhan serius dari pengelola, dosen pembina dari UNWIR, Bapak Eko Maulana Syaputra, S.KM., M.PH, memberikan respons yang menenangkan dan menjanjikan upaya advokasi lebih lanjut.
​"Untuk itu kami akan usahakan tembus ke dinas ya, Pak. Kami akan usahakan agar pusat memberikan perhatian lebih pada ekowisata mangrove yang ada di Karangsong ini," janji Bapak Eko. Komitmen ini disambut baik oleh peserta sebagai harapan baru untuk mendapatkan dukungan resmi dari pemerintah daerah maupun pusat.
​Penyerahan Bantuan Fasilitas dan Penghargaan
​Sebagai wujud nyata dari pengabdian, mahasiswa KKN dan dosen UNWIR menyerahkan sejumlah benda yang dinilai sangat berguna untuk menunjang keamanan dan kenyamanan Ekowisata Mangrove Karangsong. Benda-benda yang diserahkan meliputi ban pelampung dan rompi pelampung. Selain itu, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengelolaan yang telah dilakukan, diserahkan pula piagam penghargaan untuk desa. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan standar keselamatan dan pelayanan di lokasi ekowisata.
​Kegiatan seminar dan penyerahan bantuan ini menunjukkan sinergi positif antara akademisi dan masyarakat dalam upaya memajukan potensi daerah. Dengan semangat yang ditunjukkan oleh pengelola dan dukungan dari UNWIR, Ekowisata Mangrove Karangsong memiliki peluang besar untuk berkembang lebih pesat dan berkelanjutan di masa depan.Pengembangan Ekowisata Mangrove Karangsong mendapatkan dorongan signifikan melalui kegiatan seminar pengabdian masyarakat yang diadakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan dosen dari Universitas Wiralodra (UNWIR) Indramayu. Acara yang berlangsung atraktif ini menjadi wadah diskusi penting mengenai tantangan dan potensi pengembangan ekowisata Karangsong, serta diakhiri dengan penyerahan bantuan fasilitas pendukung.
​Diskusi Hangat dan Kritik Membangun dari Peserta
​Seminar yang dihadiri oleh Kepala Desa, Ketua Pantai Lestari, Bendahara, dan Sekretaris kelompok ini berjalan sangat dinamis. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan melontarkan berbagai pertanyaan dan sanggahan yang menyentuh akar permasalahan ekowisata Karangsong. Isu utama yang mengemuka adalah minimnya perhatian dari pemerintah pusat, buruknya kondisi fasilitas, serta tuntutan untuk meningkatkan pemasaran dan promosi melalui media sosial. Mahasiswa KKN juga menyebarkan sejumlah kuesioner/pertanyaan untuk mengumpulkan data dan masukan yang lebih komprehensif dari para pengelola.
​Keluhan Pengelola dan Upaya Mandiri
​Bapak Carita, selaku Sekretaris Kelompok, dan Bapak Ekatarika, Ketua Bidang Penghijauan, menyampaikan keluhan mereka dengan nada tegas. "Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk Ekowisata Mangrove Karangsong, dari mulai fasilitas hingga infrastruktur yang ada di wisata tersebut itu adalah dana pribadi kami, bukan dari pusat. Bukan dana CSR, kami sudah putus dari CSR. Kami sudah berusaha untuk mencari dana tapi tidak samasekali digubris," ujar Bapak Ekatarika.
​Bapak Carita bahkan menegaskan rencana swakelola jika perhatian pusat tak kunjung datang. "Jika pusat sama sekali tidak memberikan perhatian lebih pada ekowisata mangrove di Karangsong, lebih baik ekowisata ini kami kelola sendiri dengan Karang Taruna yang ada di desa, agar pantai dan ekowisata berkembang, maju, dan memberikan dampak lebih bagi ekonomi warga sekitar," tantangnya.
​Komitmen Dosen Pembina untuk Advokasi
​Menanggapi keluhan serius dari pengelola, dosen pembina dari UNWIR, Bapak Eko Maulana Syaputra, S.KM., M.PH, memberikan respons yang menenangkan dan menjanjikan upaya advokasi lebih lanjut.
​"Untuk itu kami akan usahakan tembus ke dinas ya, Pak. Kami akan usahakan agar pusat memberikan perhatian lebih pada ekowisata mangrove yang ada di Karangsong ini," janji Bapak Eko. Komitmen ini disambut baik oleh peserta sebagai harapan baru untuk mendapatkan dukungan resmi dari pemerintah daerah maupun pusat.
​Penyerahan Bantuan Fasilitas dan Penghargaan
​Sebagai wujud nyata dari pengabdian, mahasiswa KKN dan dosen UNWIR menyerahkan sejumlah benda yang dinilai sangat berguna untuk menunjang keamanan dan kenyamanan Ekowisata Mangrove Karangsong. Benda-benda yang diserahkan meliputi ban pelampung dan rompi pelampung. Selain itu, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengelolaan yang telah dilakukan, diserahkan pula piagam penghargaan untuk desa. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan standar keselamatan dan pelayanan di lokasi ekowisata.
​Kegiatan seminar dan penyerahan bantuan ini menunjukkan sinergi positif antara akademisi dan masyarakat dalam upaya memajukan potensi daerah. Dengan semangat yang ditunjukkan oleh pengelola dan dukungan dari UNWIR, Ekowisata Mangrove Karangsong memiliki peluang besar untuk berkembang lebih pesat dan berkelanjutan di masa depan.